Antara TOIEC dan TOEFL

Selama ini, harus disadari ternyata Test Of English as Foreign Language (TOEFL) saja tidak cukup untuk dijadikan parameter dalam mengukur tingkat kemampuan dan kematangan berbahasa Inggris seseorang. Sebab, masing-masing tempat dan wilayah berbeda cara penilaiannya. Sehingga, diperlukan suatu standart yang sama agar dapat diukur tingkat keakuratannnya. Salah satunya melalui Test Of English for International Communication (TOEIC) yang berstandar internasional.

Kampus ITS – Mungkin, masih banyak yang belum mengetahui tentang Test Of English for International Communication (TOEIC). Coba saja, silahkan tanya teman-teman anda. Berapa persen dari mereka yang sudah mengetahui atau bahkan mencobanya.

About TOEFL�.
Memang, selama ini yang masih popular (terutama di kalangan mahasiswa – pen) adalah Test Of English as Foreign Language (TOEFL). Apalagi di ITS, tes yang sudah dikenal ini merupakan salah �momok� bagi para calon wisudawan. Maklum, standar yang ditetapkan ITS, kebanyakan dianggap �lumayan� tinggi yaitu 450. Walhasil, syarat ini pun mutlak dipenuhi bagi mahasiswa yang ingin segera diwisuda. �Dapat nilai 450 saja sudah syukur,� pernyataan yang pernah terdengar dari seorang mahasiswa ITS. Tidak disangkal memang, tapi sejauh inikah penilaian terhadap TOEFL.

Yang perlu dilihat adalah dampak positifnya. Sebenarnya tes ini sangat bermanfaat, utamanya bagi para lulusan yang ingin bekerja di perusahaan. Sebab, saat ini hampir semua perusahaan memasang standart TOEFL sebagai syarat utama mengisi lowongan yang mereka pasang. TOEFL sudah menjadi suatu kebutuhan. Sehingga, bagi wisudawan ITS yang melamar kerja, tak perlu repot-repot lagi untuk tes (dengan catatan perusahaan tersebut tidak menuntut tes ulang – pen).

Namun, ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi. Salah satunya adalah standar penilaian TOEFL yang digunakan masing-masing tempat tidak sama. Sehingga, tidak bisa dijadikan patokan utama untuk menyamakan TOEFL antara si A dengan si B. Sebab, bisa jadi kemampuan mereka sama, hanya saja tingkat penilaian wilayah tes satu dengan lainnya berbeda.

And then, What is TOIEC?
Oleh karena itu, sekarang berkembang wacana tentang TOEIC yang menggunakan keselarasan standar internasional. Jika di luar negeri, TOIEC sudah sangat populer. Buktinya, dari data yang ada, ternyata tes ini telah digunakan sekitar 10.000 perusahaan di dunia. Mungkin, bisa jadi karena selain berstandar internasional, juga TOEIC yang telah ada sejak 1979. Sehingga, levelnya pun lebih tinggi dibanding TOEFL tes.

Bahkan, menurut kabar, Si Negara �tetangga� Malaysia mewajibkan lulusannya harus melalui TOEIC score dulu. Negara Asia lain yang juga menggunakan tes ini yaitu Korea. Dari data yang ada tercatat sekitar 49 persen pelajar serta pekerja sebesar 24 persen yang memakainya. Namun, berbeda dengan Jepang, TOEIC dipakai secara merata pada semua kalangan. Memang amat lazim bagi negara-negara maju jika tingkat kemampuan bahasa Inggris penduduknya lebih tinggi.

The Difference between TOEFL and TOIEC
Ada beberapa perbedaan, antara TOEIC dan TOEFL. Dalam hal tujuan, TOEFL dipakai untuk kepentingan akademis. Sedangkan TOEIC digunakan untuk mencari kerja, bisnis, dan komunikasi. Jadi, TOEIC as a life skill, lebih ke aplikasi, karena tiap hari dipraktekkan.

Lalu, dalam perbandingan hasil penilaian pun berbeda. Untuk TOEFL, lebih kepada nilai untuk individu dan institusi saja. Sedangkan TOEIC, selain untuk score individu juga berguna dalam sertifikat, benchmarking report dan analisis. Perbedaan yang lain terlihat dalam jenis tes. Sebab, dalam TOIEC yang diujikan hanya listening dan reading saja. Berbeda dengan TOEFL yang juga menyertakan tes speaking dan writing.

But, Which One???
Akan tetapi, jika dilihat dari sisi kebutuhan dan usia, akan dapat dipilih mana yang mestinya digunakan. Misalnya saja pelajar lebih memerlukan TOEFL dibanding TOIEC. Ini karena dalam mata pelajaran mereka masih termuat writing. Namun, di luar itu, seharusnya dalam TOIEC juga ada latihan untuk writing. Sebab, bagaimanapun juga kemampuan ini juga dibutuhkan di dunia kerja.

Selain itu, karena TOIEC menggunakan standar internasional, mungkin wajar saja jika harga ujiannya mahal. Kabarnya, sekali tes memerlukan dana sekitar 400 ribu per orang. Harga ini bisa dikatakan cukup tinggi untuk kalangan masyarakat umum, apalagi bagi mahasiswa. Tidak semua orang mampu memenuhinya. Berbeda dengan TOEFL yang �lumayan� terjangkau, cukup dengan 30 ribu saja, tes sudah dapat dilakukan. Ini menjadi suatu pertimbangan lain untuk menimbang-nimbang antara dua jenis test ini. Jadi, sesuaikan dengan isi �doku�-lah.

�Go..go�Chaiyo�.The Spirit’s Inside. So, Lets Get Started to Learn English!!�.

Sumber : http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=2717

One Reply to “Antara TOIEC dan TOEFL”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *