Technopreneur Camp

Selama 3 hari 3 -5 Nopember 2011 di LPPM Unsoed kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bangyumas, BPPT yang didukung Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berupaya mengembangkan wirausaha berbasis Teknologi  melalui kegiatan “Technopreneur Camp” bagi para pengusaha pemula inovatif  sebagai bagian dari program pengembangan inkubator yang dilakukan oleh Balai Inkubator Teknologi BPPT.

Dalam hal ini, lanjutnya, BPPT menjalin kerja sama dengan beberapa pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menciptakan wirausaha berbasis industri inovatif melalui program pengembangan inkubator. “Kami menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah yang memiliki komitmen dalam mengembangkan industri inovatif, yakni diantaranya Pemerintah Kabupaten Banyumas, View More Technopreneur Camp

Pelatihan menulis berita bagi warga Desa Melung, Banyumas

Menulis berita, terutama untuk media daring (dalam jaringan/online), membutuhkan unsur kecepatan. Sebisa mungkin berita bisa diterbitkan bersamaan dengan kejadiannya, saat itu juga (real time). Untuk mampu menulis berita dengan cepat, pewarta harus mampu merekam atau menuliskan peristiwa secara sistematis sehingga kecepatan dalam memproduksi berita tidak mengurangi mutu dari beritanya itu sendiri.

Resep yang Anda baca ini telah dipraktikkan dalam pelbagai pelatihan pewartaan warga. Akibat wataknya yang cepat, tidak semua unsur berita dapat dieksplorasi dengan rinci, usaha untuk merincikan dapat dilakukan dengan membuat berita secara terus-menerus (running news). Panjang tulisan berita cepat dalam panduan ini adalah empat paragraf.

Panduan ini bisa menjadi rujukan bagi para pewarta pemula yang ingin belajar menulis berita secara cepat. Caranya, setelah melakukan liputan, susunlah fakta-fakta yang Anda temui dengan lima langkah berikut ini:

1. Paragraf pertama atau biasa disebut dengan teras berita berisi materi yang paling penting. Buatlah paragraf berisi 2-3 kalimat yang memuat unsur APA kejadiannya, DI MANA kejadiannya, SIAPA yang terlibat dalam kejadian tersebut dan KAPAN kejadiannya. Misalnya:

Pemerintah Desa Melung menjadi tuan rumah workshop Desa Membangun. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24-25 Desember 2011 di Balai Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Workshop ini diikuti oleh sejumlah kepala desa, organisasi pemuda, kelompok swadaya masyarakat, tenaga pendidikan, dan lembaga usaha desa.

Apa kejadiannya : Pememerintah Desa Melung selenggarakan Workshop Desa Membangun
Di mana kejadiannya : Balai Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas
Kapan kejadiannya : 24-25 Desember 201
Siapa yang terlibat : Kepala desa, organisasi pemuda, kelompok swadaya masyarakat, tenaga pendidikan, dan lembaga usaha desa.

2. Paparkan informasi dalam paragraf pertama dengan satu paragraf lanjutan yang berupa kalimat pernyataan. Jangan lupa tuliskan identitas narasumber berita dan atributnya di paragraf ini, misalnya:

Workshop ini merupakan salah satu tahapan dalam gerakan Desa Membangun di Indonesia. Menurut A. Budi Satrio (47), Kepala Desa Melung, istilah Desa Membangun muncul sebagai kritik terhadap konsep “membangun desa” yang latah menjadi slogan politik akhir-akhir ini.

Narasumber: A. Budi Satrio
Atribut : Kepala Desa Melung, umurnya 47 tahun
Inti pikiran : Workshop ini merupakan salah satu tahapan dalam gerakan Desa Membangun di Indonesia

3. Tulislah pendapat narasumber dengan kutipan langsung.

“Bila kita cermati istilah membangun desa menempatkan desa sebagai objek pembangunan. Maju mundurnya desa tergantung pada belas kasihan pihak luar. Dalam konsep desa membangun, desa merupakan subjek atau aktor yang melakukan kegiatan dan inovasi untuk mengangkat desa dari keterbelakangan. Genderang gerakan desa membangun segera kita tabuh!” ujarnya.

Catatan: Penegasan narasumber atas inti pikiran pada paragraf 2

4. Buatlah paragraf penutup yang berisi kesimpulan atau keterangan tambahan.

Workshop akan difasilitasi oleh para ahli dibidangnya, seperti Budhi Hermanto (Head of Implementation Program COMBINE Resource Institution dan Staf Pengajar Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Akhmad Safrudin (Senior Hecker/Pengembang BlankOn Linux, Manajer OSRC Yayasan Air Putih Jakarta), Yana Noviadi (Kepala Desa Mandalamekar, Tasikmalaya, Peraih Sociology Prize 2011 dari California, USA). Untuk dukungan teknis akan dilakukan oleh Komunitas BlankOn Banyumas.

5. Buatlah judul berita

Pemdes Melung Tabuh Genderang Gerakan Desa Membangun

Bila ditulis lengkap maka jadilah berita seperti di bawah ini:

Pemdes Melung Tabuh Genderang Gerakan Desa Membangun

Pemerintah Desa Melung menjadi tuan rumah workshop Desa Membangun. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24-25 Desember 2011 di Balai Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Workshop ini diikuti oleh sejumlah kepala desa, organisasi pemuda, kelompok swadaya masyarakat, tenaga pendidikan, dan lembaga usaha desa.

Workshop ini merupakan salah satu tahapan dalam gerakan Desa Membangun di Indonesia. Menurut A. Budi Satrio (47), Kepala Desa Melung, istilah Desa Membangun muncul sebagai kritik terhadap konsep “membangun desa” yang latah menjadi slogan politik akhir-akhir ini.

“Bila kita cermati istilah membangun desa menempatkan desa sebagai objek pembangunan. Maju mundurnya desa tergantung pada belas kasihan pihak luar. Dalam konsep desa membangun, desa merupakan subjek atau aktor yang melakukan kegiatan dan inovasi untuk mengangkat desa dari keterbelakangan. Genderang gerakan desa membangun segera kita tabuh!” ujarnya.

Workshop akan difasilitasi oleh para ahli dibidangnya, seperti Budhi Hermanto (Head of Implementation Program COMBINE Resource Institution dan Staf Pengajar Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Akhmad Safrudin (Senior Hecker/Pengembang BlankOn Linux, Manajer OSRC Yayasan Air Putih Jakarta), Yana Noviadi (Kepala Desa Mandalamekar, Tasikmalaya, Peraih Sociology Prize 2011 dari California, USA). Untuk dukungan teknis akan dilakukan oleh Komunitas BlankOn Banyumas.

By Yossy Suparyo,
Sumber : http://pelosokdesa.wordpress.com/2012/01/03/lima-langkah-menulis-berita-bagi-pemula/

CMS E-Commerce

1. OsCommerce

Aplikasi eCommerce yang sangat populer sekarang ini. Banyak situs-situs belanja online yang menggunakan aplikasi ini. Banyak sekali theme/template baik yang gratis maupun berbayar yang dapat digunakan untuk mempercantik tampilan. Selain itu modul-modul tambahan banyak sekali dijumpai. Ukuran aplikasi yang tidak terlalu besar dan banyaknya pengguna merupakan nilai tambah. Silahkan download OsCommerce disini

Toko Online menggunakan OsCommerce

2. Magento

Aplikasi ini sepertinya paling populer sekarang ini. Menggunakan framework zend sebagai dasar aplikasi menjadi nilai tambah untuk aplikasi ini. Karena menggunakan framework zend, secara programming aplikasi ini lebih mudah dipelajari dan tentunya akan lebih mudah untuk dikembangkan. Ukuran aplikasi yang besar merupakan nilai minus, selain itu minimum requirement dari aplikasi ini menuntut kemampuang hosting yang tidak sembarangan.

Mau menggunakan Magento? Silahkan download disini

Toko Online Menggunakan Magento

3. ZenCart

Aplikasi yang cukup populer untuk e-Commerce. Banyak sekali theme/template yang dapat digunakan untuk mempercantik tampilan. ZenCart juga termasuk dalam salah satu aplikasi yang didukung dalam kemudahan instalasi oleh fantastico auto installer, bagi pemula, ZenCart sangat user friendly… jadi silahkan dicoba. Download disini

Toko Online Menggunakan ZenCart

4. CubeCart

Diluncurkan dalam dua jenis aplikasi, CubeCart 3, dan Cubecart 4. CubeCart versi 3 mempunyai versi free sedangkan versi 4 adalah versi berbayar. Saya pribadi kurang sreg dengan tampilannya… Tapi kalo pengen pake cubecart, atau cari info, silahkan lihat websitenya disini

Toko Online Menggunakan CubeCart

5. UberCart

Aplikasi ini memiliki banyak sekali kontributor yang membuat modul-modul tambahan untuk menambah fitur dari CMS ini. Ubercart bisa didownload disini

Toko Online Menggunakan Ubercart

6. Virtuemart

Jika anda sedang kebingungan mencari modul shipping rate untuk virtuemart yang sesuai dengan kondisi di Indonesia, mungkin anda bisa mencoba menggunakan virtuemart

Toko Online Menggunakan VirtueMart

7. WordPress WP-Ecommerce/Yak Plugin

Sudah punya website berbasis wordpress?? Dengan sifatnya yang sangat memungkinkan untuk menambahkan plugin maka wordpress dapat juga digunakan sebagai shopping cart. Salah satu plugin yang untuk itu adalah Yak. Selain plugin Yak, terdapat pula plugin WP e-Commerce. Plugin WordPress buat eCommerce ini memang canggih dan bagus buat bikin toko online. Monggo dicoba… Download Pluginnya disini

Toko Online Menggunakan Plugin WordPress

8. Freeway

Freeway adalah platform ecommerce paling maju dan menyertakan fitur yang tak ditemukan di sistem komersial yang paling mahal sekalipun. Tanpa harus mengeluarkan biaya pembelian dan membayar developer untuk membangun instalasi standar, freeway memberikan semua kebutuhan Anda dengan mudah. Aplikasi ini memiliki beberapa ide inovatif untuk menjual. Lihat info lengkap disini ya

Freeway

9.Opencart

Walaupun aplikasi ini sepertinya tidak terlalu banyak digunakan oleh pengguna internet, tetapi dapat dijadikan alternatif. OpenCart – ini PHP MySQL sistem shopping cart adalah aplikasi yang tampak sederhana namun memiliki banyak fitur. Info lengkapkunjungi website opencart ya

Toko Online Menggunakan OpenCart

10. TomatoCart

Program pertama yang saya coba adalah TomatoCart ini… bagus, keren, tapi gede banget filenya, kalo ga salah 31 MB, fitur lengkap, loading agak lambat, ruwet juga pakainya, sehingga saya beralih ke pretashop. Tapi kalau mo coba, silahkan lho… bisa didownload disini ya

11. PretaShop

Ini favorit saya, dan saya gunakan sekarang di toko online saya.CMS ini memiliki banyak keunggulan, sangat lengkap, disamping itu juga sangat ringan ( kurang dari 2 MB), cukup mudah didownload, install dan diupdate. Juga tersedia banyak themes keren yang bisa digunakan. Pretashop dapat didownload disini atau diinstall langsung dari cpanel anda apabila mempunyai Fantastico atau Softaculous. Kalau pengen themes-themes keren untuk pretashop, saya sudah kumpulin kok themes2 keren, tinggal download. Silahkan lihat koleksi Pretashop Themes saya.

Tips Sukses Dari 8 Orang Sukses

 Menjadi miliuner bisa dicapai dalam usia muda. Masa sih? Yup, hal ini setidaknya dibuktikan oleh 8 miliuner muda berikut ini. Siapa saja mereka? Bagaimana tips-tipsnya sehingga mereka sukses?

Berikut adalah jawabannya.

1. Mark Zuckerberg
Di tahun 2007, ketika berusia 23 tahun, pria ini mengembangkan sebuah sistem yang kini sangat terkenal, Facebook. Dalam sekejap, ia menjadi salah satu miliuner paling kenamaan. Belum lagi namanya makin melambung setelah kisah suksesnya diabadikan dalam film “Social Network”. Pria ini memandang bahwa anak-anak muda itu kreatif dan memiliki kecerdasan. Ia punya harapan tinggi terhadap anak-anak muda.

2. Michael Dell
Di usia 19, Dell keluar dari kuliahnya di University of Texas tak lama setelah ia memulai sebuah perusahaan komputer yang menjual langsung kepada konsumen dengan harga yang lebih rendah ketimbang pesaing di ritel. Begitu ia mencapai usia 24 tahun, perusahaan yang dikenal dengan Dell memiliki pemasukan sekitar 258 juta dollar AS.

Nasihat dari pria yang kini berusia 45 tahun itu untuk para wirausahawan, “Anda harus memiliki gairah terhadap usaha Anda. Saya rasa orang-orang yang mencari ide-ide besar di luar sana untuk mendapatkan uang tidak sesukses orang-orang yang mencaritahu apa gairahnya yang terdalam untuk kemudian dibuat menjadi usaha.”

3. Catherine Cook
Sekarang Catherine Cook sudah berusia 20 tahun, dan selama 2 tahun terakhir ia sudah menjadi miliuner. Ia, bersama kakaknya, David dan Geoff memulai sebuah situs jejaring sosial yang populer di antara remaja Amerika, namanya myYearbook saat mereka masih duduk di bangku sekolah.

Nasihatnya bagi para pengusaha muda, “Berhentilah berpikir dan mulailah melakukan. Saat masih muda adalah waktu paling tepat untuk memulai usaha, karena belum ada tanggung jawab yang harus didapuk seperti saat seseorang mencapai usia dewasa. Yang paling parah bisa terjadi adalah Anda gagal. Tetapi Anda bisa belajar dari kegagalan dan mengubahnya menjadi keberhasilan di upaya berikutnya.”

4. Sean Belnick
Di usia 16, Sean sudah menjadi miliuner dengan cara menjual kursi-kursi kantor lewat online, di situs BizChair.com. Sambil menjalaninya, ia melanjutkan pendidikan di Emory University’s Goizueta Business School. Kini ia sudah mencapai usia 23 tahun.

“Tak pernah ada kata memulai terlalu cepat. Ada begitu banyak informasi yang hebat di internet. Lakukan riset dan cari cara untuk mencari tahu apa yang ingin Anda lakukan,” saran Sean.

5. Jermaine Griggs
Pria yang kini berusia 27 tahun ini berhasil menjadi miliuner di usia 23 tahun dengan mengejar gairahnya untuk menjadi guru musik. Situsnya, HearAndPlay.com didesain untuk membantu orang belajar memainkan piano, gitar, dan drum tanpa perlu membaca not balok. Lebih dari 2 juta pelajar mengunduh pelajarannya setiap tahun.

Kata-kata yang ia sampaikan buat para pemula, “Mengertilah kekuatan penjualan, jangan hanya mengerti siapa Anda dan ide Anda. Pelajari bisnisnya. Pelajari bagaimana orang-orang sebelum Anda berhasil menjalaninya, cari pula orang-orang yang memiliki mimpi serta aspirasi yang sama dengan Anda.”

6. Matt Mickiewicz
Di usia 22, ia berhasil mencapai gelar miliuner lewat 3 situs yang ia ciptakan; SitePoint, 99Designs, dan Flippa.com. Menurut Mickiewicz, internet memberikan para wirausahawan umpan balik yang langsung kepada para pelanggan, membuatnya jadi lebih murah untuk mengetes dan meluncurkan ide. Nasihatnya untuk para pengusaha muda, “Orang yang mengatakan bahwa dibutuhkan modal besar untuk mencetak banyak uang hanyalah orang yang mencari-cari alasan. Ciptakan nilai besar untuk orang lain dengan menyediakan solusi yang belum pernah ada sebelumnya.”

7. Juliett Brindak
Di usia 19 tahun, wanita ini sudah mencetak diri menjadi miliuner. Ia mulai menggambar tokoh-tokoh remaja perempuan sejak usia 10 tahun. Kemudian, ia menggunakan karakter-karakter tersebut dalam situsnya, MissO and Friends. Nasihatnya untuk para pemula, “Isi tim Anda dengan orang-orang yang percaya pada ide Anda. Jika ada yang mulai meragukan perusahaan Anda sebaiknya segera disingkirkan.”

8. Cameron Johnson
Di usia 9 tahun, ia mulai membuat perusahaan pembuatan kartu ucapan di rumahnya. Di usia 12, ia membantu saudarinya yang membuat koleksi Beanie Baby dan meraih untung sekitar 50 ribu dollar AS. Kini, di usia 25 tahun, ia sudah berhasil meluncurkan lebih dari puluhan situs. Ia bahkan memiliki acara televisi sendiri di BBC, bertajuk, “Beat the Boss”.

Nasihatnya untuk yang ingin memulai usaha sendiri, “Mulailah bergerak. Lakukan sesuatu, mulai dari kecil. Semakin kecil modalnya, semakin mudah untuk mendapatkan keuntungan. Ciptakan nilai lebih untuk orang lain, dan Anda akan mendapatkan hasil lebih.”

Sumber: Sumber Berita Cerita Inspirasi Motivasi Dunia Terbaru – Beritama.com

‘Lulusan TI Banyak yang Mengecewakan’

Bandung – Banyak calon pelamar kerja di bidang teknologi informasi (TI) yang punya nilai akademis bagus. Namun anehnya, para pelamar ini banyak juga yang dianggap belum mampu menjawab kebutuhan perusahaan.Fakta ini terungkap dalam ajang kesempatan pencarian kerja yang di gelar JobsDB Career Expo 2010 di Sasana Budaya Ganesha, Tamansari, Bandung.

“Banyak pelamar tidak seperti yang kita harapkan. Kita sering kecewa,” ungkap Ahmad Bagus Santoso, Human Resource Departement PT Indocyber Global Teknologi kepada detikINET di sela acara itu, Sabtu (16/1/2010).

Dijelaskan oleh Bagus, demikian ia akrab disapa, kekecewaan perusahaan disebabkan banyaknya pencari kerja yang hanya bagus secara akademis. Namun saat diuji pengetahuan dasarnya, justru banyak yang tidak bisa.

“IPK (indeks prestasi)-nya tinggi, bagus secara kualifikasi. Tapi saat ditanya hal yang dasar, yang menurut kami mereka mengusainya, mereka tidak bisa. Dan banyak yang seperti ini,” demikian katanya.

Dari hasil analisanya, faktor ini disebabkan mutu lulusan perguruan tinggi yang cenderung instan. Kurikulum yang ada di kampus sering kali tidak mengikuti kebutuhan industri, khususnya untuk bidang TI.

“Mungkin karena mereka sekarang cenderung instan, jadi saat ditanya hal yang sangat dasar mereka tidak bisa menjawabnya,” lanjut Bagus.

Dalam pameran tenaga kerja kali ini, ada sekitar 70 perusahaan yang ikut serta. Pada hari pertama, ajang ini dihadiri oleh 5.000 pencari kerja. Ajang ini sendiri berlangsung di Bandung hingga Minggu (17/1/2010).
( afz / rou )

Sumber : Andrian Fauzi – detikinet
Sabtu, 16/01/2010 18:08 WIB
Tanggapan :  Achmad Mardiansyah’s Journal
Lulusan IT banyak yang mengecewakan, tanggapan dari employer
Sumber : http://achmad.glclearningcenter.com/2010/01/18/lulusan-it-banyak-yang-mengecewakan-tanggapan-dari-employer/
1. Rizky Prihanto (company point of view)

spesifikasi untuk rekruitmen berlebihan, salary pas2an

berlebih? spesifikasi yang standar aja banyak yang nggak bisa dipenuhi. manajemen sih biasanya mau-mau aja mbayar salary yang memuaskan kalo skill nya sesuai. tapi kadang itu dijadikan alasan ama SDM baru, “gajinya kecil aja koq minta yang bisa ini bisa itu” — padahal mestinya kan paradigma-nya dibalik: “oh perlunya bisa ini bisa itu ya? menarik juga. gajinya berapa ya?” kebanyakan SDM yang mengeluhkan kecilnya besaran gaji untuk menutupi skill yang tidak meets requirement itu — kalo meminjam istilah Bung Endy sih itu namanya: “can’t do attitude”. Sayangnya, memang banyak bangedd yang seperti ini.

*dua minggu ini gw lagi rekruitment Database Programmer, susahnya naujubille. Query join 2 tabel aja nggak ngerti — padahal gw nggak ngebatasin harus pake klausa JOIN. Kalo nggak ngerti pake JOIN, cukup lah composite-kan tabel trus di-filter berdasarkan kesamaan keys antar tabel. Tambah bingung :D
ironisnya, 4 dari 5 kandidat yang gw test itu adalah asisten laboratorium untuk praktikum database.
Innalillahi…

2. ilham rizki sasmita (company point of view)

Saya juga ngalamin, mas. Waktu rekrut programmer tahun lalu, liat CV bagus, pas ditest suruh JOIN 2 tabel ternyata gak bisa. Itu di sekolahnya ngapain aja ya?
Jangan lupa, sekarang skripsi bisa dibeli di internet dengan harga murah. Pastikan test codingnya cukup ampuh untuk menyeleksi. Buka juga untuk programmer non Teknik Informatika, biasanya kalau orang non Teknik Informatika belajarnya lebih serius dan langsung berhadapan dengan real world problem di bidangnya. Biasanya lho ya…

3. ifnu bima (company point of view)

> 1. Sebenarnya apa saja yang diinginkan perusahaan dari para lulusan IT ?

Simple thing, bikin CRUD berdasarkan standard framework yang dipake di industri, Misalnya kalau di java ya pake hibernate + spring atau yang simple JSP dan Servlet + JDBC. Dari sini frashgrad harus mengerti :
1. bikin html secara manual (misalnya bikin table manual diketik ga pake dreamweaver, <tr> dan <td> hafal diluar kepala)
2. bikin query (create update delete, select + where + join)
3. Membuat table (create table) atau pake visual designer juga boleh
4. Mengerti konsep OOP, setidaknya tau apa itu class dan apa itu object
5. Mengerti konsep HTTP protocol, apa itu GET dan POST
6. Mengerti konsep html form (checkbox, textfield), syukur2 mengerti javascript
7. Mengerti konsep JDBC
8. Mengerti apa itu application server (tomcat)
Nah listnya bisa bertambah panjang hanya untuk bisa membuat hal-hal mendasar saja loh.

> 2. Sampai Level apa perusahan menentukan seseorang di anggap layak untuk menerima tanggung jawab atas perkerjaan yang akan diberikan ?
pertanyaan pertama :
1. Tau tentang html? kalau tau coba buat table dengan 3 kolom dan 5 baris di papan tulis. (kalau ga bisa yaaa… )
2. Tau sql? nah misalnya kalau saya punya table barang dan kategori barang, trus saya mau menampilkan data barang + kategorinya, coba anda bikin querynya.
Ok cukup 2 hal simple ini aja deh, kalau ga bisa ya…. ada perusahaan yang mau menerima dengan syarat dan ada pula yang kandidatnya suruh pulang dulu dan belajar yang banyak :D

4. endy muhardin (company point of view)

> saya setuju..malah sangat mengecewakan kalo dibenchmark dengan standart industri yang ada.berapa sih lulusan IT yang siap pakai setiap kali wisuda? aku yakin gak sampai 15%. tetapi aku yakin sebenarnya mereka punya “potensi besar”.

Potensi tanpa kerja keras tidak ada gunanya.
Konon, Mozart si jenius musik sudah teridentifikasi kejeniusannya di usia 4 tahun.
Tapi butuh waktu 18 tahun sampai dia menghasilkan karya kelas dunia.
Nothing substitutes practices and hard work.
>
> Makanya kalo nyari tenaga IT terus di tanya J2EE,Hibernate,Spring,Maven,IoC dll. ya banyak yang gak kejaring. Cara yang tepat adalah melihat potensi mereka untuk mempelajarinya.rekrutlah mereka, kasih training yang bagus.lalu lihatlah apa yang terjadi!
>
Sebenarnya kalo para mahasiswa itu menggunakan umurnya (selama kuliah) untuk bikin aplikasi, whatever aplikasi it is, dalam waktu 4 tahun (asumsi S1) akan lulus dengan kemampuan yang memadai. Tapi sayangnya banyak yang menghabiskan umurnya dengan dugem, gaul, pacaran, dan kegiatan lain yang tidak menambah added value.

Kasi training dan lihat apa yang terjadi?

Well … saya ngeliatnya gini.
Ada lulusan SMK RPL, gak bisa coding, belum pernah bikin aplikasi satupun even sekelas address book, dan gak juga paham konsep dasar. Ada lulusan S1, gak bisa coding, belum pernah bikin aplikasi satupun even sekelas address book, dan gak juga paham konsep dasar.
Yang SMK bisa dibayar UMR + Beasiswa kuliah
Yang S1 minta at least 3 juta.
Effort di perusahaan, sama2 ngasi training.
Pilih mana?

5. asyraf mursalina (company point of view)
Sekedar share buat adik-adik khususnya. Kebetulan satu tahun ini saya terjun langsung soal “merekrut tenaga IT”. And it is really a long and exhausting journey. Ratusan lamaran, puluhan kandidat. Sampai saat ini kami hanya mendapat 3 tenaga IT yang kami anggap handal. 2 lainnya diterima kemudian diberi job mengurusi administrasi dan dokumentasi pekerjaan di div. IT. Selama rekrutmen, kami tutup mata soal IP, buat kami yang penting skill. Tapi pengalaman empiris memang membuktikan, mostly IP berbanding lurus dengan skill dan benar sekali… kalaupun ada yg skill nya tidak seperti yang diharapkan, tapi kalau IP nya bagus… orang nya lebih mudah di didik. Menyadari rata2 kandidat yang kami uji memiliki gelar S.KOM atau ST yang kental sekali IT nya, sungguh mengecewakan ketika kami test, bahkan dengan soal semudah yang saya posting di forum beberapa waktu lalu, banyak sekali yang bahkan menulis satu baris query saja tidak mampu. Buat adik-adik yang akan terjun ke dunia kerja, mungkin pengalaman saya ini bsa dijadikan pelajaran berharga.

NEXT ….lanjutan: perusahan yang minta superman atau pelamar yang kurang skill?

perusahaan yang minta superman, atau pelamar yang kurang skill?

> klo menurut saya, terkadang perusahaan saat merekrut biasanya
> requirementnya terlalu berlebih, seperi kebutuhan 10 bidang di jadikan
> satu bidang…
>

tanggapan dari bung endy muhardin :
Berlebihan??
Mungkin benar, mungkin tidak.
Soalnya berlebihan itu relatif.

Kalo seperti ini, menurut saya tidak berlebihan :
– Menguasai SQL
– Menguasai HTML
– Menguasai JavaScript
– Menguasai CSS
– Menguasai Java SDK
– Menguasai Spring MVC
– Menguasai Hibernate
– Menguasai Oracle
– Menguasai MySQL
– Menguasai Linux

Wah, banyak gitu kenapa tidak berlebihan??
Karena untuk membuat aplikasi web sederhana saja, memang itu kebutuhannya.
Java, Spring, dan Hibernate bisa diganti dengan PHP, Ruby, atau Python.
Tapi sisanya kan tetap perlu.

Kenapa databasenya ada 2, Oracle dan MySQL?
Karena kalau Anda hanya bisa satu saja, nilai tambah bagi kantor menjadi sedikit.
Berarti Anda cuma bisa handle 1 client saja, kalau ada client pake database beda, project tidak bisa dihandle karena tidak bisa.

Skillset seperti ini disebut vertical slice, artinya dari depan ke belakang.
Bagaimana kalau seperti ini, apakah berlebihan?
– Menguasai Java EE
– Menguasai PHP
– Menguasai .NET
Wah ini 3 dunia sekaligus …

Atau untuk sysadmin, misalnya lowongan seperti ini:
Dibutuhkan sysadmin, dengan kebutuhan :
– Linux
– FreeBSD
– OpenBSD
– Mikrotik
– Windows 2003 Server
Apakah berlebihan?

Menurut saya tidak juga, kenapa?
Karena yang minta seperti ini biasanya butuh System Architect, dan tidak ragu bayar mahal.
Untuk bisa merekomendasikan solusi yang tepat bagi client, Anda perlu tau apa saja alternatif yang tersedia, dan baru kemudian memilih yang paling tepat.
Kalo bisanya cuma satu, maka solusinya pasti dengan satu teknologi tersebut.
Bukan karena itu yang terbaik, tapi karena bisanya cuma itu.

Orang yang punya skillset banyak itu bukan Superman yang cuma ada di komik.
Tapi benar2 ada, dan tidak aneh juga sebenarnya.
Dengan pengalaman kerja 3 – 5 tahun, biasanya orang menguasai > 1 bahasa pemrograman dan platform.
Di atas 5 tahun, biasanya bisa > 2 bahasa pemrograman (minimal pernah coba), > 2 database, dan > 1 operating system.

Rekan kerja saya, client saya, yang sudah senior biasanya menguasai kombinasi misalnya  :
– VB dan Java
– Delphi dan Java
– PHP dan ASP
– .NET (C#) dan Java
– Java dan Ruby
– Python dan Perl

Sedangkan yang berprofesi sysadmin, menguasai paling tidak 3 jenis OS berbeda.
Dan menguasai ini artinya bisa membangun satu kantor multi cabang di seluruh Indonesia dengan 3 OS tersebut.

Nah sekarang, seperti apa sih yang dimaksud berlebihan?

Tanggapan dody perdana:
yg ini agak kurang tepat,saya sudah lama ikut membantu perusahaan dalam proses recruitment,tepatnya untuk programmer java.
90% fresh graduate yang apply datang dengan konsep pemrogramman sangat minim,malah bisa di bilang 0 dalam OOP,0 pengalaman,tetapi minta salary setara dengan orang pengalaman 2thn.
apa yg di katakan bung eko memang benar, hanya perlu lebih membakali diri dan memposisikan diri sesuai dengan apa yg dimiliki pada saat melamar pekerjaan.

James Gosling, Java’s Godfather, joins Google

You may not be familiar with the name James Gosling, but you’re a fan of his work.  In 1994, he practically invented Java — the programming language, the compiler, and the virtual machine to run it all — while working at Sun Microsystems.  This not only got him elected to the U.S. National Academy of Engineering, it helped him become an officer of the Order of Canada.  If you are using a computer on the Internet, or an Android phone, you’re using his work now.  We can sum it all up by saying the dude is a genius of the highest caliber.

And now he’s coming to work for Google.  Mr. Gosling did not stay on when Oracle bought out Sun, and by all accounts didn’t agree with Oracle’s methods.  He also gives a unique insight about theOracle/Google patent dispute:

“During the integration meetings between Sun and Oracle, where we were being grilled about the patent situation between Sun and Google, we could see the Oracle lawyer’s eyes sparkle.”

We can’t be sure Mr. Gosling will be working with Android development, he isn’t even sure yet what his daily routine will be at Mt. View, but whatever he touches will likely get better.  [cnet news]

Sumber : http://www.androidcentral.com/james-gosling-javas-godfather-joins-google

Batik Open Source Ditunggu Pasar Internasional

Jumat, 10/10/2008 15:51 WIB
Erna Mardiana, Ardhi Suryadhi – detikinet


Batik Fractal dari Pixel People Project (lom/detik)
&lt;a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=ad79472d&amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’&gt;&lt;img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=45&amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;amp;n=ad79472d’ border=’0′ alt=” /&gt;&lt;/a&gt;

Bandung – Grup asal Bandung, Pixel People Project mendapatkan penghargaan untuk karya mereka, Batik Fractal. Mereka diganjar Unesco 2008 Award of Excellence sebagai ‘Stamp of Approval’ yang menjamin produk mereka memiliki kualitas tertinggi pada level internasional dan berpotensi besar untuk masuk pasar dunia.

Ketiga anggota Pixel People Project yaitu Muhamad Lukman, Yun Hariadi, dan Nancy Margried sejatinya akan bertolak ke Bangkok International BIG Fair di Bangkok Thailand pada 14 Oktober 2008. Salah satu contoh produk Batik Fractal yang diproduksi oleh Rumah Batik Komar Bandung itu, akan dipamerkan secara permanen di Bangkok.

Sayangnya, mereka belum tentu akan berangkat ke Bangkok. “Duh kita lagi mengikat pinggang nih, engga ada biaya untuk pergi. Makanya kita sudah mengajukan proposal ke BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional), tapi belum ada kabar. Inginnya kami bisa berangkat. Tapi kalau tidak bisa, ya engga apa-apa lah, awardnya saja dikirimin,” tutur salah satu anggota Pixel People Project, Nancy.

Batik Fractal dipastikan memenuhi empat kategori utama sehingga mendapatkan award of excellence. Di mana empat kategori itu adalah: excellent yang menunjukkan standar yang tinggi dalam kualitas pengerjaan kerajinan (craftmanship). Kedua, authentic yang mencerminkan identitas budaya dan nilai tradisional.

Ketiga, innovative yang menggunakan kreatifitas dalam desain dan proses produksi. Terakhir, marketable yang menunjukkan potensi untuk diterima pasar dunia.

Selain itu ada dua kategori lainnya yang harus dipenuhi dalam proses pengerjaan produk kerajinan, yaitu eco-friendly atau ramah lingkungan dalam penggunaan material dan teknik produksi, dan fair atau tidak melanggar hukum ketenagakerjaan atau mengeksploitasi pihak manapun secara tidak adil dalam proses produksi kerajinan.

Pixel People Project dengan bantuan Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) mengirimkan produk Batik Fractal ke kantor Unesco di Bangkok tepat sehari sebelum tanggal penerimaan berakhir.

Melalui penilaian ketat oleh jajaran ahli dari Unesco, AHPADA (ASEAN Handicraft Promotion and Development Association) dan SACICT (Support Arts and Crafts International Center of Thailand) terhadap 70 produk unggulan dari 10 negara di Asia Tenggara. Akhirnya diputuskan Batik Fractal sebagai salah satu penerima sertifikasi internasional tersebut.

Hal ini akan memberikan jaminan bagi pembeli internasional, bahwa produk Batik Fractal yang dikeluarkan Pixel People Project telah memenuhi pengaturan standar tertinggi dalam kualitas produk, desain dan nilai jual.

Sebagai penerima Award of Excellence, Pixel People Project akan mendapatkan keuntungan dari Unesco yaitu berupa certificate of excellence (sertifikat kesempurnaan), training and capacity-building (pelatihan dalam produksi dan desain), trade fairs and exhibitions (memperoleh kesempatan tampil di ajang pameran internasional), communication and promotion (dukungan dalam promosi dan media komunikasi), tercantum dalam website Unesco, intellectual property and copyrights (kemudahan dalam pendaftaran HAKI regional).

“Dengan penghargaan ini, bisa menjadi kemudahan bagi kami untuk masuk pasar dunia. Karena itu kami ingin sekali bisa datang langsung terima penghargaan, karena disana bisa langsung bertemu buyer,” harap Nancy.

Batik Fractal adalah pembuatan batik tradisional tetapi dalam pengerjaan motifnya digambar ulang dengan rumus-rumus matematika yang dilakukan dengan bantuan software komputer. Campur tangan software disini, lanjut Nancy, hanya sebatas menggambar ulang motif, sedangkan pengerjaan batiknya dilakukan seperti biasa.

“Kami menggunakan software Open Source yang bernama JBatik. Kata J ini artinya Java, karena berasal dari platform Java,” tandasnya kepada detikINET, Jumat (10/10/2008).

Bergerak

Guys n girls, artikel bagus buat yang mau “berubah”…….kejutan

Bergerak

(Sumber: Bergerak oleh Rhenald Kasali)

move!“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan).”

Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, “Change“.
Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. “Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,” ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.

Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak.

Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.

Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.

Saya ulangi pesan Saya, “Silahkan ambil, silahkan ambil.”
Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu.
Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu.
Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak.
Seseorang lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan!”
Saya mengatakan, “Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.”

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000.
Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak.
Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan?
Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:

“Saya pikir Bapak cuma main-main …………”
“Nanti uangnya toh diambil lagi.”
“Malu-maluin aja.”
“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”
“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu..”
“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya….”
“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas…..”
“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang….”
“Saya, kan duduk jauh di belakang…”
dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari.
Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja.
Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah.

Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras.
Ia bisa menilai “gila” nya orang disana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasasama dengan mereka, ia pun protes.
“Gila aja….ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit…..”. Lantas, apa yang kamu maksud ’sakit’?”

“Orang ’sakit’ (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari…..,” katanya penuh semangat. Saya pun mengangguk-angguk.

Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama.
Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana.
Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari,
Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.

Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak.
Tetapi sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik.
Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana saja.
Wacana yang kosong akan destruktif.

Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya.

Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just do it!.

Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh
orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara
di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja.
Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural.

Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju.
Manusia pemenang adalah manusia yang responsif.

Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah
“Winners take action, they simply get up and do what has to be done”.

Selamat bergerak!

Sumber : http://pasca.elcom.umy.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=18