Siapa Manusia Tertua di Facebook?

Fino Yurio Kristo – detikinet


Ivy Bean (nydailynews)

Inggris – Semangat nenek yang satu ini patut ditiru. Sudah berusia 102 tahun, Ivy Bean tetap aktif mengakses internet dan disebut sebut sebagai anggota tertua di situs jejaring sosial, Facebook.

Ivy lahir pada tahun 1905 di Inggris, bertahun-tahun sebelum komputer ditemukan. Kala itu, sistem komunikasi tercepat di Inggris adalah dengan telegram karena jaringan telepon juga masih belum ada.

Namun meski ia dilahirkan di zaman kuno, hal ini tampaknya tidak menghalanginya menjadi seorang nenek yang melek teknologi internet.

Awal mulanya, dia mendengar pembantunya berbincang-bincang mengenai Facebook. Dia pun jadi tertarik dan akhirnya menjadi anggota Facebook.

Saat ini, Ivy memang baru punya sedikit teman di Facebook. Namun para pembantunya telah membuat sebuah grup penggemar di Facebook. Grup bernama ‘Oldest Person on Facebook’ ini punya anggota sekitar 200 orang. Ivy sendiri mengaku menyukai Facebook dan internet.

“Saya mendengar tentang Facebook dan jadi ingin tahu. Saya juga senang online,” demikian pengakuannya seperti dilansir The Sun dan dikutip detikINET, Sabtu (16/8/2008).

INAICTA – Indonesian ICT Awards 2008

1. E-Government

Pemenang:
Nama Karya : Sistim Informasi Pajak Kendaraan Bermotor – PAMOR
Nama Peserta: PT. Digital Sistem Semesta (Fajar Asikin, Edi Djuwito)

Merit:
Nama Karya : Re-QuiC (Real & Quick Vote Counting)
Nama Peserta: PT. Mitra Mandiri Informatika (Zuchrizan Zain, Oong Sugiono, Ismed Iqbal, Arif Hasani)

2. E-Business: Corporate

Pemenang:
Nama Karya : AUTOMATIC METER MANAGEMENT USING WIRELESS MESH NET
Nama Peserta: St. Andika Sutedjo

Merit:
Nama Karya : SPBU Information Management System 2008
Nama Peserta: Penta Pilar Integrasi (Adi Gunawan, M. Zulcham Priyambodo, Soetiady, Yusnang Yulianto)

3. E-Business: KUKM

Pemenang:
Nama Karya : Penjualan dan Stok Barang 5.5
Nama Peserta: PT.Bamboomedia Cipta Persada (Putu Sudiarta, Agus Prasetyo)

Merit:
Nama Karya : GrowUrl.com: Tumbuhkan Website Anda
Nama Peserta: FA Puwara Anindita, Rinto Prasetyo Adhi

4. E-Business: E-Health

Tidak ada pemenang.

5. E-Education

Pemenang:
Nama Karya : Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
Nama Peserta: PT Jalin Mayantara Indonesia (Rakhmat Farunuddin, Rakhmat Januardy)

Merit:
Nama Karya : Aplikasi Pembelajaran untuk Tuna Rungu & Wicara
Nama Peserta: PT. Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) (1. Samudra Prasetio, Andri Qiantori, Hariyo Santoso, Permana Rian)

6. E-Tourism and E-Culture

Pemenang:
Nama Karya : JBATIK
Nama Peserta: IGOS Center Bandung & Pixel People Project (Ir. Eko Mursito Budi MT., Muhamad Lukman, Nancy Margried, Jun Hariadi, Dani Ramdani S.Kom)

Merit:
Nama Karya : Wediombo Ecotourism Website
Nama Peserta: Perkumpulan Masyarakat Konservasi Wediombo Lestari (Hatma Suryotrisongko, S.Kom, Rubianto, S.Pd.I)

7. E-Entertainment: Games

Pemenang:
Nama Karya : LiLO
Nama Peserta: PT Antar Mitra Prakarsa (Pahala Basuki, Sobar Herdiman, Alif Wijayakusumah, Yanuar Triwibowo)

Special Mention:
Nama Karya : Marathon Matematika
Nama Peserta: Universitas Dian Nuswantoro (A Zainul Fanani, Arry Maulana Syarif)

8. E-Entertainment: Animation

Pemenang:
Nama Karya : Jungle Forever
Nama Peserta: Sky boost Animation Studio (Hario sasongko, Dede Khrissandi, Hadi Yoshua, Andri Prasetyo.ssn, Kenny tjieuw, Maria Anne Carolina)

9. Tools and Infrastructure

Pemenang:
Nama Karya : ECare103
Nama Peserta: ELCO Solutions (Mahshil, Mhd Reza Khan)

10. Research and Development

Pemenang:
Nama Karya : BuddyMiner
Nama Peserta: Budi Susanto

Merit:
Nama Karya : Truss Optimizer
Nama Peserta: Universitas Kristen Maranatha (Johnny Setiawan)

11. Student Project: SD

Pemenang:
Nama Karya : Yesterday
Nama Peserta: Rissa

Merit:
Nama Karya : AIR RACE
Nama Peserta: Andrew

12. Student Project: SMP

Pemenang:
Nama Karya : MyQ smileys
Nama Peserta: Fauzan Helmi Sudaryanto

Merit:
Nama Karya : The Warrior
Nama Peserta: Aiken Christiansen Sujana

13. Student Project: SMA/SMK

Pemenang:
Nama Karya : Peradnya Virus Cleanner
Nama Peserta: I.B. Putu Peradnya Dinata

Merit:
Nama Karya : MAX Lab
Nama Peserta: SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Gugus dwi Laksono, Briansyah Dwi R, Adam Bachtiar, Aditya Rahmawan)

14. Student Project: Perguruan Tinggi

Pemenang:
Nama Karya : EasyHotspot
Nama Peserta: Rafeequl

Merit:
Nama Karya : Mobile Surveyor
Nama Peserta: Institut Teknologi Bandung (Achmad Zaky S, Fahriz Mumtaza Ahsan)

15. Robot Maze Solving: SD

Pemenang:
Nama Karya : ROBO MOBILE MAZE
Nama Peserta: SD VICTORY PLUS BEKASI JAWA BARAT (JONATHAN CHRISTOPHER, M. ADRIAN GITARIADI, B. ERVIN LUNARDIARMAN)

16. Robot Maze Solving: SMP

Pemenang:
Nama Karya : TECHNOBOT
Nama Peserta: MADRASAH INTERNASIONAL TECHNONATURA JAKARTA (IZHAR AL MIZAN WAHONO, ZURAIDAH HANIFAH, IEUAN A. NOBEL)

17. Robot Maze Solving: SMA

Pemenang:
Nama Karya : TRACKER28GOOD
Nama Peserta: SMAN 28 JAKARTA (ADJI GUNHARDI, CITRA INDRA PRADITA, DITO WIJANARKO)

18. Robot Creative Unique

Pemenang:
Nama Karya : LAND SCRATCHER
Nama Peserta: TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG (PRIMA ADHI YUDHISTIRA, LUHUR BUDI SAESAR, RONALD SABTENDRA)

Special Mention
Nama Karya : Kanjeng Gulun
Nama Peserta: Fakultas Teknik Universitas Lampung (Yulliarto Raharjo, Mona Arif, Samsul Huda)

19. Robot Favourite Maze Solving

Pemenang:
Nama Karya : Robo SPV6
Nama Peserta: SD Sekolah Victory Plus, Bekasi (Ahmad Zaki Risadi, Magistiar Linar Nugrahandi, Koo Won Kyu)

20. Robot Favourite Creative Unique

Pemenang:
Nama Karya : B.E.S.T (Beta Extinguiser Super Truck)
Nama Peserta: SMPK BPK Penabur Gading Serpong Tangerang (Michael Limanto, Henry, Indra)

*Telkom Smart Campus Award (TESCA)*

21. Best Access and Connectivity

Pemenang: Binus University
Merit : Universitas Indonesia

22. Best Content Application

Pemenang: Universitas Indonesia
Merit : Binus University

23. Best of The Best

Pemenang: Binus University
Special Mention: UNIKOM Bandung

Tag Blog untuk Memecahkan Rekor Muri

Sumber :  Wicaksono Hidayat – detikinet

Sabtu, 02/08/2008 13:15 WIB


BlogStar pemecah rekor (dbu/inet)

Jakarta – Silahkan melakukan pemecahan rekor MURI posting blog terbanyak hari SABTU (2/8/2008) pukul 13:00-16:00 dengan mengisi tag ”muri” (huruf kecil semua) di setiap postingan Anda selama masa pemecahan rekor berlangsung.

Setelah mengikuti acara tersebut kirim email URL blog Anda yang menunjukkan partisipasi pada acara tersebut. 500 peserta pertama yang mengirim email ke: adminblog[at] staff.detik. com akan mendapatkan tshirt ‘I, Record Blogger’ secara cuma-cuma.

untuk keterangan lebih lanjut, silahkan klik murifoss.blogdetik.com
( wsh / wsh )

Rp 100 Ribu, Laptop Termurah di Dunia?

Kamis, 31/07/2008 16:16 WIB

Devi Suzanti – detikinet


Laptop Jointech (jointech)

India – Sebuah proyek ambisius sedang berjalan untuk mencapai hasil yang mungkin saat ini tak terbayangkan: membuat laptop seharga USD 10 atau sekitar Rp 100 ribu saja. Terdengar tidak masuk akal?

Proyek itu digarap oleh Indian Institute of Science di Bangalore, India, yang bekerjasama dengan Indian Institute Technologi di Chennai. D. Purandeswari, selaku menteri pendidikan , berkata pada konfrensi di Delhi proyek ini dimaksudkan untuk menaikan kualitas pendidikan di India.

Seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Kamis (31/7/2008), program ini agaknya masih jauh di awang-awang. Purandeswari saja belum bisa membeberkan spesifikasi laptop super murah tersebut, baik dari sisi bentuk maupun jeroan.

Saat ini spesies komputer jinjing paling murah yang ada di pasaran adalah jenis Netbook. Mulai dari Asus Eee PC, Zyrex Anoa hingga MSI U100 Wind Netbook.

Meski inspirasinya adalah proyek laptop murah USD 100 ala One Laptop per Child (OLPC), kebanyakan Netbook yang ada di pasaran dibanderol pada harga Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Laptop termurah di pasaran saat ini mungkin adalah J-Pro Mini Laptop JL7100 dari JoinTech yang dibanderol USD 99 (sekitar Rp 900 ribu). J-Pro menggunakan sistem operasi Windows CE 5.0 dan memiliki aplikasi dengan kemampuan sangat terbatas.

Lembaga analisa pasar Gartner memprediksi laptop USD 100 saja masih terlalu jauh dari kenyataan, apalagi untuk laptop USD 10. “Dalam tiga tahun ke depan pun, laptop USD 100 masih belum menjadi target yang realistis,” sebut analisa Gartner.

Mau Tahu Perbedaan Netbook dan Notebook?

Jumat, 18/07/2008 10:01 WIB
Ardhi Suryadhi – detikinet


Netbook Acer Aspire One (Ist.)

Jakarta – Industri PC telah melahirkan spesies produk baru. Bentuknya terlihat seperti notebook tetapi bukan notebook. Produk ini diberi nama netbook. Seperti apa ciri-cirinya?

Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia menjelaskan, perbedaan antara netbook dan notebook yang paling mendasar adalah dari sisi fungsionalitas. Netbook ditujukan bagi pengguna yang bersifat content consumption sementara notebook lebih kepada pengguna yang content maker.

“Pengguna netbook lebih cocok untuk pengguna yang menggunakan perangkat ini untuk berinternet, chatting, mendengarkan musik dan video. Kalau notebook tugasnya lebih berat lagi, dan lebih cocok untuk mereka yang menciptakan suatu konten, seperti mengedit video atau gambar,” tuturnya, dalam temu media di Cafe Neo Vanity Jakarta, Kamis petang (17/7/2008).

Dari ukuran pun kita bisa langsung membedakan kedua perangkat ini. Netbook memiliki ukuran layar terbatas antara 7-10 inci, sedangkan notebook minimal memiliki layar 10 inci dan maksimal 17 inci. “Netbook tidak bakal dibuat dengan layar melebihi 10 inci, kalau sudah melebihi itu bukan netbook lagi,” tukas Budi.

Ketersediaan input dan output devices di netbook juga lebih terbatas. Dengan ukuran yang lebih mungil dan praktis, perangkat ini tidak memiliki optical disk drive dan hanya mengandalkan slot USB.

Alasannya, kata Budi, karena netbook sengaja dibuat seringkas mungkin untuk memudahkan dibawa penggunanya. Hal itu sejalan dengan kegunaannya yang lebih condong untuk content consumption.

Pastinya dari sisi harga keduanya tentu juga berbeda. Rata-rata netbook dibanderol di kisaran US$ 250 – US$ 450, sedangkan notebook minimal US$ 500.

Di Indonesia sendiri, sejumlah produsen PC telah masuk ke bisnis netbook. Acer adalah produsen PC teranyar yang merilis netbook Aspire One. Sebelumnya ada Zyrex, Asus, MSI dan Hewlett-Packard — dengan mini notebooknya — yang telah lebih dulu menjejakkan kaki di lahan bisnis ini.

Jadi, apa pilihan Anda?

Seperti Apa Laptop Termurah Rp 1 Juta-an?

Senin, 28/07/2008 12:07 WIB
Fransiska Ari Wahyu – detikinet


Impulse NPX-9000 (alibaba.com)

Taiwan – Serbuan laptop murah kian tak terbendung. Menambah panjang deretan laptop murah, sebuah laptop besutan perusahaan Taiwan seharga USD 130 atau sekitar Rp 1,1 juta hadir menyapa konsumen.

Dikutip detikINET dari PCWorld, Senin (28/7/2008), laptop Impulse NPX-9000 yang diklaim sebagai laptop termurah di dunia hadir dengan layar 7 inchi, dengan sistem operasi Linux.

Laptop tersebut dibekali dengan prosesor 400 MHz, RAM 128 MB, flash storage 1 GB dan sebuah dongle koneksi nirkabel opsional, serta software produktivitas, web browser, dan software multimedia.

Bagi konsumen yang tertarik dengan laptop tersebut, bisa membelinya di Alibaba.com melalui toko online perusahaan Taiwan, Carapelli.

Selama ini laptop yang menyandang predikat termurah adalah XO, besutan One Laptop Per Child, yang dibandrol pada harga USD 188, tahun lalu. Laptop XO ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti prosessor yang lambat dan kemampuan grafis yang terbatas.

Produsen laptop tampaknya memang berlomba-lomba mengembangkan laptop murah. Minggu lalu, perusahaan CherryPal memperkenalkan sebuah mini-desktop USD 249, yang dibekali dengan prosessor 400 MHZ, RAM 256 MB, serta flash storage internal 4 GB.

Beberapa waktu lalu, mantan CTO OLPC, Mary Lou Jepsen sesumbar akan menelurkan laptop seharga USD 75 di tahun 2010. Berdiri di bawah bendera Pixel Qi, perusahaannya sendiri, dia yakin jatuhnya harga RAM dan komponen akan menyebabkan turunnya harga laptop.

Produsen PC Asustek pun memiliki laptop murah andalan, yakni Eee PC, yang generasi pertamanya diluncurkan ke pasar tahun lalu, dan sukses terjual sebanyak 350 ribu unit di kuartal pertama. Eee PC yang dipatok pada kisaran USD 300 dilengkapi dengan prosessor Intel 800 MHz, RAM 512 MB, dan flash storage 2 GB.

70 Nominator Perebutkan Indonesia ICT Awards

Selasa, 29/07/2008 18:25 WIB
Sumber : Wicaksono Hidayat – detikinet


Logo Inaicta 2008 (inaicta.web.id)

Jakarta – Sebanyak 70 nominator telah terpilih untuk bersaing mendapatkan penghargaan Indonesia ICT Awards 2008 (Inaicta 2008). Siapa saja mereka?

Richard Kartawijaya, Ketua Dewan Juri Inaicta 2008, menyampaikan pada detikINET data nominator Inaicta 2008, Selasa (29/7/2008). Richard mengaku beberapa karya terlihat sangat mengesankan.

Salah satu yang sempat disebut adalah perangkat yang memudahkan seseorang yang mau membuat warung internet (warnet). “Selama ini kan butuh keahlian ya kalau Anda mau membuat warnet. Anda harus setup server, jaringannya dan banyak lagi. Tapi ini hanya sebuah black box dan semuanya tinggal plug and play saja,” ujar Richard.

Meski tidak menyebutkan nama nominator yang dimaksud, Richard agaknya merujuk pada Q-Osk Net dari kategori e-Business, sub kategori KUKM. Perangkat tersebut dikembangkan oleh sebuah usaha menengah bernama Quasar.

Di sisi lain, Richard mengatakan tidak tertutup kemungkinan akan ada kategori yang tidak memiliki pemenang. Hal itu bisa jadi karena semua nominator dan peserta untuk kategori itu tidak memenuhi persyaratan yang diminta dewan juri.

Nantinya, ujar Richard akan ada satu juara untuk setiap kategori. Selain juara akan ada merit awards, yaitu yang diberikan pada nominator lain yang memiliki nilai bagus namun masih terpaut sedikit di bawah sang juara. Richard pun tak menutup kemungkinan akan ada ‘Special Mention’, yaitu penghargaan untuk nominator yang karyanya memiliki dampak besar.

Pemenang Inaicta 2008 secara otomatis lolos kualifikasi untuk mengikuti Asia Pacific ICT Awards (Apicta). Tahun 2008 ini Apicta akan digelar di Jakarta pada bulan Desember.

Berikut daftar kategori dan nominator Inaicta 2008. Tidak termasuk untuk kategori Robot dan Telkom Smart Campus yang penjuriannya belum rampung:

e-Government

  • WEBGIS SIMPOTENDA dari PT. Webgis Indonesia
  • GtPerijinan – Software Perijinan Daerah dari PT. Gamatechno Indonesia
  • SIMPADU (Sistem Informasi Pelayanan Perijinan) dari CV. Waditra Reka Cipta
  • Sistim Informasi Pajak Kendaraan Bermotor – PAMOR dari PT. Digital Sistem Semesta
  • Re-QuiC (Real & Quick Vote Counting) dari PT. Mitra Mandiri Informatika

e-Business, sub Kategori Korporasi

  • SPBU Information Management System 2008 dari PT. Penta Pilar Integrasi
  • Time & Attendance Smart2K V5 dari PT. Intisar Primula
  • Java mobile media:M-Tabloid,m-magz,m-newspaper dari PT. Mora Technomedia
  • Automatic Meter Management Using Wireless Mesh Net dari St. Andika Sutedjo
  • CONFINS dari PT. Adicipta Inova

e-Business, sub Kategori KUKM

  • Q-OSK NET : Smart Embeded System for Internet Cafe dari QUASAR
  • INDONESIA EXPORT / IMPORT TARIFF dari Indonesia Freight Online
  • BiOS Baliwae – Billing Warnet Open Source dari Baliwae
  • Penjualan dan Stok Barang 5.5 dari PT. Bamboomedia Cipta Persada
  • GrowUrl.com: Tumbuhkan Website Anda dari GrowUrl

e-Business, sub Kategori e-Health

  • Dataku dari Kelompok Keahlian Teknik Biomedika
  • Personal Pregnancy Guide dari Nurrizki Akbar Brahmantyo
  • SEHATi (Aplikasi SIM RS Terpadu) dari CV. Waditra Reka Cipta
  • CPDOKTER dari Perhimpunan Informatika Kedokteran
  • InfoKes ( Informasi dan Monitoring Kesehatan ) dari PT. Inovasi Tritek Informasi (Inovasi.net)

e-Tourism & Culture

  • Wediombo Ecotourism Website dari Perkumpulan Masyarakat Konservasi Wediombo Lestari
  • Coorde dari Coorde
  • Eazy Ticket dari Binus University
  • E-Travel Map web 2.0 by Indo.com dari PT. Bali Iklanindo Semesta
  • JBATIK dari IGOS Center Bandung & Pixel People Project

e-Education

  • Simulasi 3D untuk Keaksaraan Fungsional dari BPPNFI Regional IV Surabaya
  • GtAkademik – Integrated Academic Solutions dari PT. Gamatechno Indonesia
  • BRAILLEVOICE dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Aplikasi Pembelajaran untuk Tuna Rungu & Wicara dari PT. Telkom Indonesia
  • Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan dari PT. Jalin Mayantara Indonesia

Entertainment, sub kategori Animasi

  • Pringgodani dari Gatotkaca Studio
  • The Orang Utan dari Main Games Studio
  • Kabayan dan Lip Lap dari Castle Production
  • War in the Kitchen dari Institut Teknologi Harapan Bangsa
  • Jungle Forever dari Sky Boost Animation Studio

Entertainment, sub kategori Games

  • Heart of City dari BINUS University
  • Blaster dari Main Games Studio
  • LiLO dari PT. Antar Mitra Prakasa
  • Kabayan dan Hutan Indonesia dari Castle Production
  • Kabayan Copter dari Castle Production

Tools & Infrastructure

  • QUASAR PHANTOM System : Bandwidth Management dari QUASAR
  • Aircraft Tracking Tools dari STMIK AMIKOM Yogyakarta
  • Foto/video Udara Menggunakan Wahana Tak Berawak dari Fakultas Teknik Universitas Lampung
  • ECare103 dari ELCO Solutions
  • EGFax 3in1 dari ELCO Solutions

Research and Development (R & D)

  • IGOS Linux Voice Command dari BPPT/Telkom RDC
  • Algoritma enkripsi BC3 dari Yusuf Kurniawan
  • 3D Aircraft Visualization dari STMIK AMIKOM Yogyakarta
  • BuddyMiner dari Universitas Kristen Duta Wacana
  • Truss Optimizer dari Universitas Kristen Maranatha

Student Project, sub kategori SD

  • Flower Festival dari SD Tarakanita, Gading Serpong, Tangerang
  • Aku & Tamanku dari SD Tarakanita, Gading Serpong, Tangerang
  • Pemanasan Global dari SD Charitas, Jakarta
  • Yesterday dari SD St. Ursula, BSD, Tangerang
  • AIR RACE dari SD St. Ursula, Jakarta

Student Project, sub kategori SMP

  • Lalu Lintas dari SMP Harapan 1, Medan
  • MyQ smileys dari Fauzan Helmi Sudaryanto
  • The Warrior dari SMP St. Laurensia, Tangerang
  • QUIZ – WHAT TYPE OF ANIMAL ARE YOU dari SMP St. Ursula, Jakarta
  • BIG GAME dari SMP St. Ursula, Jakarta

Student Project, sub kategori SMA / SMK

  • Virtual Chef dari SMA Muhammadiyah 2, Sidoarjo
  • Web Based Mobile Tracking dari SMA Muhammadiyah 2, Sidoarjo
  • MAX Lab dari SMA Muhammadiyah 2, Sidoarjo
  • Peradnya Steganografi dari SMA 4, Denpasar
  • Peradnya Virus Cleaner dari SMA 4, Denpasar

Student Project, sub kategori Perguruan Tinggi

  • Mobile Surveyor dari Institut Teknologi Bandung
  • Genetic dari Binus University
  • EasyHotspot dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  • UMS (Unified Modelling Studio) dari STMIK AMIKOM Yogyakarta
  • Perangkat Lunak Sistem Kendali Listrik Pada Gedung dari Universitas Pasundan

( wsh / amz )

‘Software Lokal Indonesia, Just Do It!’

Fransiska Ari Wahyu – detikinet


ilustrasi (inet)

Jakarta – Pengembang piranti lunak di Indonesia diminta lebih berani lagi dalam mencoba dan berbisnis. Moto just do it dari sebuah produsen sepatu pun diserukan untuk diikuti.

Seruan itu disampaikan Alan M. Davis, Professor dari College of Business di Colorado dalam seminar ‘Role of asia in Global Software Engineering in the Flat World’ yang digelar di Auditorium Kampus 3, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Senin (24/9/2007).

Menurut Davis, meski Indonesia tidak masuk 10 besar produsen piranti lunak dunia, sebenarnya Indonesia punya kesempatan menjadi pemain software yang handal. Salah satu faktornya, papar Davis, manusia Indonesia terbiasa bekerja dengan jam kerja 10-12 jam per hari.

Namun, ia menambahkan, orang Indonesia cenderung kolot dan bingung atau takut bila berada di depan. “Just do it! Seharusnya Indonesia itu just do it!” ia berseru.

Pelaku industri piranti lunak lokal, ujar Davis, harus lebih berani mengambil resiko. Di sisi lain Davis menggariskan perlunya kebijakan yang mendukung industri, selain dukungan dari publik pengguna.

Soft Skill

Masih di seminar yang sama, Inggriani Liem dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Karsono dari PT Astra Honda Motor (AHM)menuturkan pengalaman kerjasama yang telah digelar ITB dan AHM dalam menggali potensi sumberdaya Teknologi Informasi.

Keduanya beranggapan, sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian penting dalam proses rekayasa software. SDM dinilai sangat perlu dalam pengembangan produk piranti lunak, baik yang akan digunakan dalam operasional ataupun yang sifatnya penunjang.

Indri mengatakan, selain kompetensi teknis, perlu juga dikembangkan soft skill dari para SDM. Soft skill ini terkait dengan kepribadian. Tanpa kepribadian yang baik, SDM piranti lunak di Indonesia dinilai akan kurang lengkap. ( wsh / wsh )

Komunitas Open Source Indonesia ‘Merapat’

Jakarta – Komunitas Open Source Indonesia terus merapatkan barisan, kali ini dengan membentuk Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI). Asosiasi itu disebut mendapat dukungan dari berbagai penggiat Open Source tanah air.

Penandatanganan akta pendirian AOSI dilakukan Senin (30/6/2008) di Kantor Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta dengan disaksikan langsung oleh Menkominfo Mohammad Nuh.

AOSI sejauh ini masuh sebatas akta pendirian dan belum memiliki susunan kepengurusan resmi. Untuk membentuk kepengurusannya, saat ini telah terbentuk tim formatur AOSI.

Tim formatur tersebut terdiri dari Harry Sufehmi, Teddy Sukardi, Soemitro Rustam dan Rusmanto. Selain itu, duta Open Source Indonesia Betty Alisjahbana juga turut mengukuhkan AOSI.

Skeitar 15 perusahaan dan penggiat Open Source terdaftar sebagai pendiri AOSI. Di antaranya adalah Yayasan Air Putih, PT IBM Indonesia, Sun Microsystems Indonesia, GudangLinux, Jatis Solutions Ecom, Yayasan Penggerak Linux Indonesia dan organisasi lainnya.

“Dulu, Open Source hanya sebagai organisasi tanpa bentuk. Namun, dengan adanya asosiasi ini, komunitas Open Source Indonesia dapat menjalankan rumus 3C Menkominfo, yakni Community, Communication, Commerce,” Dirjen Aplikasi dan Telematika, Depkominfo, Cahyana Ahmadjayadi mengatakan dalam sambutannya.

Menkominfo Mohammad Nuh mengatakan, setelah IGOS Summit 2 memang ada semangat melembagakan penguasaan dan pengembangan Open Source di tanah air. “Dari yang dulunya sendiri-sendiri, sekarang mulai membutuhkan seorang leader. Maka ditunjuk dan dibikinlah Duta Open Source dan AOSI ini,” ujar Nuh.

Keanggotaan AOSI ini menurut Betty terbuka bagi organisasi manapun. Syaratnya, institusi itu merupakan pendukung Open Source. Betty mengatakan ini termasuk institusi pembuat produk Open Source maupun pengguna.

Nantinya, AOSI ingin membuat standar acuan untuk pelatihan Open Source di Indonesia. Sedangkan saat ini AOSI masih menyusun Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga serta kelengkapan dokumentasi.
Sumber : Ardhi Suryadhi – detikinet

Pemerintah ‘Nafsu’ Gelar World Summit on Open Source

Jakarta – Pemerintah, tepatnya, Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki ambisi untuk menggelar konferensi internasional Open Source. Konferensi itu untuk sementara dijuluki World Summit on Open Source (WSOS).

Hal itu mengemuka dalam acara pengukuhan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) yang digelar Senin (30/6/2008) di Kantor Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta.

Rusmanto, tim formatur AOSI, mengatakan WSOS akan diadakan pada 2009. Namun ia belum bisa menyebut tanggal pastinya. Untuk lokasi, kemungkinan WSOS akan digelar di Jakarta atau Bali.

Ajang WSOS disebut Rusmanto akan mengundang seluruh pelaku Open Source tanah air dan ‘tamu’ dari berbagai negara penggiat Open Source untuk bertukar pikiran. “Sebelumnya kita hanya punya IGOS Summit dan Indonesia Linux Conference. Sekarang kami ingin yang cakupannya lebih luas,” ujar Rusmanto.

Betty Alisjahbana, Duta Open Source Indonesia, mengatakan WSOS tidak bisa dilakukan dengan persiapan yang mepet. “Ini merupakan rencana jangka panjang karena persiapannya harus lebih dari satu tahun dan melibatkan berbagai pihak,” tukasnya.

Lolly Amalia, Direktur Sistem Informasi Depkominfo, menyatakan dukungannya untuk segera dilaksanakan WSOS. Ia berharap hal itu bisa terlaksana pada 2009.

“Kami (Depkominfo-red) dan Ristek sangat berharap tahun depan (2009) bisa dilaksanakan. Tapi kami akan cek persiapannya, karena memang tidak bisa dalam waktu singkat,” ujar Lolly.

Sumber : Ardhi Suryadhi – detikinet