Profil : Nukman Luthfie (Teknik Nuklir ‘83)

Profil pak NLSetelah lulus dari kuliahnya di Jurusan Teknik Nuklir (sekarang bernama Jurusan Teknik Fisika) UGM, Nukman Luthfie tidaklah memutuskan untuk berkarir di dunia ke-tekniknuklir-an. Ia justru malah menjadi jurnalis di harian Bisnis Indonesia. Dan di tahun yang sama pria lulusan Teknik Nuklir tahun 1990 ini pun berkarir sebagai Reporter Senior di Majalah Prospek.Setelah tiga tahun berkarir di Majalah Prospek, pria yang sering menggunakan inisial [NL] ini akhirnya menjadi editor senior di salah satu majalah bisnis terbesar di Indonesia, SWA Sembada.Pria yang sewaktu kuliah dulu sempat menjabat sebagai biro komputer KMTN (Keluarga Mahasiswa Teknik Nuklir) ini pun akhirnya melanjutkan karir di bidang PR (Public Relation) untuk tahun – tahun berikutnya. Tercatat beberapa klien yang pernah ditanganinya melalui PT Agrakom Para Relatika ketika itu (sekitar tahun 1997-1999) adalah Intel Indonesia, Microsoft Indonesia, Compaq Indonesia, Astra Graphia Information Technology sampai dengan Bank HSBC. Saat itu co-founder PT Agrakom Para Relatika ini menjabat sebagai direktur.

Karir pria kelahiran Semarang, 24 September 1964 ini semakin berkembang saat ia bekerja di PT Agranet Multicitra Siberkom (AGRAKOM) sebagai Internet Services Director. AGRAKOM sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan teknologi informasi (TI). Salah satu unit usaha mereka yang hingga saat ini belum terkalahkan di Indonesia adalah portal berita DetikCom. Dan setelah malang melintang di dunia bisnis, internet services, public relation dan e-marketing, akhirnya pada tahun 2003 lalu Nukman Luthfie memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri, Virtual Consulting. Suatu perusahaan konsultan internet, marketing dan komunikasi. Dan hanya dalam tiga tahun, Virtual Consulting sudah menjadi salah satu perusahaan konsultan IT terkemuka di Indonesia. Tak hanya sampai disitu, beberapa waktu lalu, beliau pun mendirikan suatu website portal mengenai Human Resource, bekerjasama dengan majalah HR satu – satunya di Indonesia, Capital. Portal ini beralamat di www.portalhr.com.

Disela – sela berbagai kesibukannya, ia masih sempat melayani pertanyaan dari KMTF. Berikut petikan wawancaranya :

KMTF : Keluarga Mahasiswa Teknik Fisika
NL : Nukman Luthfie

KMTF: Bapak memulai karir dari bidang tulis menulis (jurnalis) mengenai dunia bisnis, apa alasannya bapak memilih bidang ini dan justru meninggalkan dunia ke-tekniknuklir-an?
[NL:] Karena kebetulan saja waktu kuliah sering menulis untuk media. Dulu, sehabis ikut mata kuliah, saya biasanya langsung menulis versi ilmiah populernya untuk dikirim ke media, terutama Suara Merdeka, Wawasan dan Jawa Pos. Mungkin karena waktu itu belum ada penulis ilmiah popular untuk masalah teknologi nuklir, tulisan saya lolos terus. Akhirnya ketagihan nulis. Apalagi honor nulis bisa dipakai untuk menyambung hidup dan kuliah di Jogja.

KMTF: Apa hobi bapak?
[NL:] Menulis. Membaca. Menggambar. Bekerja

KMTF: Mengapa akhirnya Bapak memutuskan untuk membuat perusahaan sendiri?
[NL:] Ya karena merasa ruang untuk ekspresi lebih luas jika kita punya usaha sendiri ketimbang bekerja dengan orang lain.

KMTF: Apakah ada suatu target atau cita – cita Bapak yang belum terpenuhi?
[NL:] Saya ndak pernah punya cita-cita yang muluk2 sehingga sulit atau mustahil terpenuhi. Hidup saya mengalir saja. Tentu ada target dan keinginan. Namun keinginan/target itu saya buat seperti anak tangga. Kalau sudah bisa naik satu tangga, keinginan saya naikkan lagi ke tangga berikutnya. Nah, cita-cita saya saat ini adalah memiliki perusahaan yang bukan hanya profitable, tetapi juga merupakan pilihan karir yang tepat buat karyawan, sekaligus memberikan dampak positif ke lingkungan. Sebagaimana diketahui, bisnis yang saya tekuni sekarang adalah bisnis baru. Siapa yang sebelumnya mengenal web consultant? Ndak ada. Ketika saya membentuk bisnis ini dan memerlukan web consultan, saya tidak mendapatkan dari pasar karena memang tidak/belum ada yang memenuhi syarat sebagai web consultant. Nah, saya harus mendidik mereka, meyakinkan mereka, bahwa inilah karir yang menarik di masa depan. Jadi, dalam hal ini, saya bukan hanya membuat bisnis baru, tetapi juga menciptakan karir atau jenis pekerjaaan baru, antara lain web consultant.

KMTF: Apa saran – saran bapak kepada mahasiswa agar nantinya juga bisa menjadi Enterpreneur seperti bapak?
[NL:] Sebenarnya setelah lulus tidak harus jadi entrepreneur. Yang penting jadilah diri sendiri. Yang senang menjadi dosen, jadilah dosen terbaik. Yang suka jadi professional, jadilah professional yang paling hebat. Yang ingin jadi entrepreneur, jangan tanggung-tanggung, jadilah nomor satu di bidangnya. Usahakan, di bidang apapun, jadi yang terbaik, yang nomor satu. Untuk mencapai itu syaratnya banyak. Salah satu yang terpenting adalah punya passion (hasrat) di bidang yang digelutinya. Dengan hasrat yang kuat, seseorang akan bekerja dengan senang (bekerja = bermain-main, adanya senang dan senang), selalu berpikir positif dll.

Nah, kalau jadi entrepeneur, ya bacalah sebanyak mungkin buku2 mengenai hal ini PLUS bergaulah dengan entrepreneur agar mendapatkan setruman semangat dan ilmu dari mereka. Salah satu syarat entrepreneur adalah TANGGUH. Entrepreneur itu jatuh dua kali, bangkit tiga kali. Jatuh sepuluh kali, bangkit 11 kali. Pantang menyerah. Banyak orang gagal, bukan karena mereka bodoh, tetapi karena terlalu awal menyerah.

KMTF: Apa pesan dan kesan bapak kepada mahasiswa Jurusan Teknik Fisika saat ini?
[NL:] Kuliahlah sebaik mungkin, dapatkan nilai sebagus mungkin, lulus secepat mungkin. TAPI pada saat yang sama, bangunlah network sejak awal, banyak bergaul, jangan sungkan-sungkan membantu organisasi apapun (termasuk kmtn atau karate misalnya), berani bicara di depan umum dst. Kecuali membangun kemampuan akademis, pupuklah juga kemampuan non akademis.

Kunjungi web Nukman Luthfie di sini.

Sumber : http://www.kmtf.ft.ugm.ac.id/2006/10/profil/profil-nukman-luthfie-teknik-nuklir-83

Bill Gates, Masih Jadi Orang Terkaya di Dunia

pak bill gateSabtu , 11/03/2006 11:37 WIB

Milioner Teknologi

Bill Gates, Masih Jadi Orang Terkaya di Dunia

Dewi Widya Ningrum – detikInet

Jakarta, Bill Gates, petingginya Microsoft, tercatat masih menjadi orang nomor satu untuk kategori milioner dalam daftar Forbes Magazine. Hingga Maret 2006, kekayaan Gates diperkirakan mencapai US$ 50 miliar. Jumlah itu kurang lebih setara dengan Rp 462 triliun (US$ 1 = Rp 9.240 Sumber: detik.com).

Harta Gates bahkan unggul US$ 8 miliar dari kekayaan milik Warren Buffet, seorang businessman dan investor Amerika. Buffet duduk sebagai orang kedua terkaya di dunia setelah Bill Gates.

Tak hanya itu, kekayaan Gates juga lebih banyak US$ 28 miliar dari harta mantan mitranya, Paul Allen. Oleh Forbes Magazine, Paul Allen digolongkan sebagai orang ketujuh terkaya di dunia tahun 2005.

Nama pemain penting lain yang terjun di dunia teknologi dan masuk ke daftar orang terkaya di dunia yaitu Michael Dell. Seorang chairman perusahaan menufaktur komputer Texas. Dell duduk di peringkat 12 orang terkaya di dunia, dengan kekayaan US$ 17,1 miliar.

Di peringkat 15 ada Larry Ellison dari Oracle dengan total kekayaan US$ 16 miliar. Lalu ada Sergey Brin dan Larry Page dari perusahaan raksasa Internet Google. Berturut-turut Brin dan Page duduk di peringkat 26 dan 27, dengan kekayaan US$ 12,9 miliar dan US$ 12,8 miliar.

Sedangkan orang baru di dunia teknologi yang masuk di daftar milioner pada 2005 adalah Anurag Dikshit, duduk di peringkat ke-207 dengan kekayaan US$ 3,3 miliar. Dikshit adalah seorang businessman asal India yang kini menetap di Gibraltar. Dikshit memiliki sepertiga saham di perusahaan judi Internet PartyGaming.

Lalu ada sepasang suami istri asal Taiwan, Cher Wang dan Wenchi Chen, di posisi ke-365 dengan kekayaan US$ 2,1 miliar. Wang dan Chen adalah orang yang mengontrol perusahaan pembuat smartphone High Tech Computer. Demikian diberitakan techweb dan dikutip detikINET Sabtu (11/3/2006). (dwn)
(dwn)